Telaah
Berita
Kuliah Umum "Jender, Seni dan Tasauf" oleh Dr. Amina Wadud
KAMIS, JULI 23 , 2009

Dr. Amina Wadud menjadi muslim berdasarkan pilihan, mengikrarkan syahadat pada tahun 1972. Lahir dan besar di Maryland, Amerika Serikat, ayahnya seorang pendeta Kristen Metodis, dan ibunya merupakan keturunan kalangan budak yang beragama Islam. Selama menempuh pendidikan doktor, Amina belajar bahasa Arab dan studi Quran di Kairo. Dia meraih gelar master dan doktor dalam Studi Quran dan Bahasa Arab dari Universitas Michigan spesialisasi studi dan tafsir Quran.
Amina telah menekuni karir intelektualnya selama tiga dekade di empat puluh negara; periset tamu di Harvard University's Divinity School, dosen di International Islamic University di Malaysia, sarjana tamu di Starr King School di Kementrian di Berkeley California, konsultan tamu di International Center for Islam and Pluralism (ICIP) di mana ia melakukan riset tentang Tradisi-tradisi Etik Islam dan Jender. Ia menulis tiga buku termasuk Qur'an and Woman: Re-Reading the Qur'an from a Woman's Perspective—telah diterjemahkan lebih dari setengah lusin bahasa dunia termasuk bahasa Indonesia. Buku terakhirnya: Inside the Gender Jihad: Women's Reform in Islam.
Dalam Festival Salihara 2009, Amina Wadud akan membawakan tema "Jamal", Keindahan Feminin dari Ilahi: Jender, Seni dan Tasauf. Dia akan mengulas dua artibut Ketuhanan: yang maskulin (jalal) dan yang feminin (jamal) dalam ranah Tauhid: konsep keesaan Tuhan. Bagi Amina, tradisi Tasawuf Islam lebih menekankan pada aspek keindahan Allah atau atribut-atribut yang feminin, seperti Mahapenyayang, Mahapengasih, Mahapengampun, dan Mahaindah. Sedangkan tradisi Fiqh dan Kalam lebih fokus pada aspek keperkasaan Allah seperti Mahakuasa, Mahapemarah, Mahapenghakim.
Di tengah kerumitan aspek spiritualitas dan identitas saat ini, kuliah ini akan mengajak pemeluk beragama untuk menanggalkan atribut-atribut itu dan menggantinya dengan atribut yang membuat kita aman dan memberikan manfaat bagi kemanusiaan dan planet ini. Lebih-lebih bagi kaum muslim dan agama Islam yang tengah menerima citra negatif melalui tindakan-tindakan destruktif dari “muslim-teroris”; mereka yang kehilangan ruh kasih-sayang, cinta dan ampunan dalam pemahaman dan perbuatan mereka.
Dr. Amina Wadud akan menyampaikan kuliah umumnya dalam bahasa Inggris, dengan terjemahan langsung dalam Bahasa Indonesia. Acara ini akan diselenggarakan pada hari Minggu 26 Juli 2009 pukul 19:00 WIB di Teater Salihara. Terbuka untuk umum dan gratis! Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi Guntur di 0815-1319-1313 atau kunjungi www.salihara.org.
Apabila ingin mendapatkan detil program Festival Salihara 2009, silakan hubungi Melan di melan.salihara@gmail.com.
Sampai bertemu di Komunitas Salihara!
Komunitas Salihara; Jl. Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520. Tel: 021-789-1202.
(Tempat parkir terbatas.)
Berita Lainnya
MINGGU, MEI 17 , 2009
Diskusi buku puisi berjudul Kolam di Salihara akan dihadiri penulisnya Sapardi Djoko Damono. Diskusi ini akan digelar hari Senin 18 Mei 2009 pukul 19.00 di Serambi Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.... selengkapnya
JUM'AT, AGUSTUS 21 , 2009
Menyambut Bulan Ramadhan tahun 1430 Hijriyah ini Komunitas Salihara akan menyelenggarakan serangkaian diskusi dengan tema “Pintu-Pintu Islam”.... selengkapnya
SENIN, JANUARI 12 , 2009
Begitu gema rudal itu sampai padaku, segera kukirim email, menanyakan kabarmu. Seminggu kemudian, ketika kian banyak korban berjatuhan, kukirim lagi surat yang lebih cemas. Keduanya, hingga kini, tak kaubalas... selengkapnya









